Monday, June 11, 2018

Dishub Kota Salatiga Resmikan ATCS untuk Kontrol Arus Lalin

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perhubungan setempat meresmikan Area Traffic Control System (ATCS) atau CC Room, Senin (11/6/2018) petang.
Kadishub Ady Suprapto mengatakan, CC Room yang menempati ruang bekas kantor humas ini akan menjadi mata elang Dishub Kota Salatiga dalam mengawasi lalu lintas di dalam kota.



"Dua titik terpasang CCTV yakni, simpang empat Kecandran, dan simpang tiga Cebongan," kata seorang operator, Rahadian.

Salah satu kelebihan pemantau yang telah aktif sejak akhir pekan lalu itu adalaj CCTV yang bisa dikendalikan di ruang CC room secara langsung.

"Dengan pengendalian secara langsung maka ketika lalu lintas cukup padat petugas di CC Room bisa mengatur lampu hijau agar menyala lebih lama," lanjutnya.

Dikatakan, kamera yang berada di setiap lokasi berjenis PTZ yag mampu diputar 360 derajat. Guna mengoperasikan CC Room, Dishub mempekerjakan delapan orang tenaga yang terbagi menjadi empat regu, dengan masing-masing terdiri dari tiga shift.

"Kam rasa akan optimal karena untuk satu shift terdapat dua orang operator tersebut dengan delapan jam kerja lamanya," lanjut Rahadian.

Kepala Dishub Ady suprapto menambahkan, data CC Room akan terhapus secara otomatis Dishub Salatiga menyiapkan pula rekaman sebagai data.

"Meski terhapus selama dua minggu sekali, namun ada drive server di tempat yang sama sehingga ketika dibutuhkan data semisal kecelakaan untuk Sat Lantas Polres Salatiga bisa segera didapatkan. Untuk uji cobanya akan bertepatan dengan arus mudik dan balik nanto," papar Ady. (*)




Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Dishub Kota Salatiga Resmikan ATCS untuk Kontrol Arus Lalin, http://jateng.tribunnews.com/2018/06/11/dishub-kota-salatiga-resmikan-atcs-untuk-kontrol-arus-lalin.
Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo

Wednesday, January 13, 2016

Persiapan Acara Sosialisasi Lalu Lintas - Part 1




Foto tim MTi bersama Dishubkombudpar dan Satlantas Polres Salatiga dalam rangka Pengambilan Gambar untuk Acara Sosialisasi Lalu Lintas..

Sumber:
https://www.facebook.com/mtisala3/photos/a.845198268911591/870516039713147/?type=3&theater

Tuesday, December 22, 2015

Forum Diskusi Transportasi di Salatiga

Sidomukti, 19 Desember 2015


Belasan siswa SMP dan SMA/SMK di Salatiga mengikuti acara forum diskusi "Sudah Nyamankah Angkutan Kotaku?" di Perpusda Salatiga. Konsultan transportasi Bapak Titis Bawono dari GIZ - SUTIP Surakarta dan Kepala bidang angkutan Bapak Adi Wibowo dari Dishubkombudpar Salatiga hadir dalam acara tersebut.
Bertempat di Perpusda Salatiga, Komunitas Masyarakat Transportasi - Salatiga (MTi - Salatiga) menggelar forum diskusi "Sudah Nyamankah Angkutan Kotaku?". Forum diskusi ini memang ditujukan untuk anak sekolah sebagai mayoritas pengguna jasa Angkota Salatiga saat ini. Acara dimulai dengan pemutaran sebuah film pendek yang mengisahkan tentang kondisi Angkota Salatiga saat ini. Film yang berdurasi 8 menit ini telah membuat diskusi peserta menjadi hidup. Para peserta tidak malu untuk menyampaikan pendapatnya tentang Angkota Salatiga. Mereka menilai bahwa Angkota Salatiga saat ini masih kurang nyaman, di antaranya karena ada penumpang yang merokok, sering berhenti mendadak, dan trayeknya tidak melalui semua sekolah.
"Saya kadang dari sekolah naik angkot no. 4 jurusan Kalibening - Tamansari. Tapi kalau angkotnya tidak lewat, ya saya jalan kaki. Memang sebenarnya trayek angkotnya tidak melalui sekolah kami", tutur Anugrah Wahyu dari SMK Negeri 3 Salatiga. Hal ini seringkali memang menjadi dilema anak SMA/ SMK. Sebelum berusia 17 tahun, anak SMA/ SMK seharusnya belum boleh naik sepeda motor, tetapi tidak sedikit yang nekat karena kebutuhan transportasi mereka ke sekolah yang belum bisa terakomodasi dengan baik oleh kendaraan umum.
Dalam kesempatan ini, Pak Bowo dari Dishubkombudpar menuturkan bahwa beliau menampung keluh kesah anak sekolah terhadap Angkota Salatiga di atas. Dari forum diskusi ini banyak bermunculan ide-ide segar tentang bagaimana membangun sistem transportasi di Kota Salatiga. Pak Titis dari GIZ - SUTIP misalnya, telah menambah wawasan anak sekolah tentang Batik Solo Trans. "Kalau saya dari Tamansari mau ke SMUKI, apa mungkin Pak, saya oper angkot tapi bayarnya cuman sekali?", tanya Michael Putra dari SMA Kristen 1 Salatiga.
Transportasi memang akhir-akhir ini menjadi perhatian di beberapa kota besar di Indonesia. Pertanyaannya: Apakah harus menunggu sampai jadi macet dulu baru kita perhatikan kondisi transportasi di Salatiga? - kip -
 Artikel ini dipublikasikan untuk pertama kalinya di laman: